Tampilkan postingan dengan label Kritis Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kritis Pertanian. Tampilkan semua postingan
Jakarta - Rencana
pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi bakal memperlambat pertumbuhan sektor
pertanian. Sebab, pengelolaan produksi dan distribusi pangan banyak menggunakan
BBM bersubsidi terutama jenis solar.
Menurut anggota
Komisi IV dari Fraksi PKS, Makmur Hasanuddin, sektor pertanian akan sangat
terpukul karena komoditas mereka amat rentan terhadap gejolak harga dan biaya
produksi. Jika BBM bersubsidi naik harga, maka kemampuan produksi mereka akan
menurun karena sebagian besar alokasi modal digunakan untuk konsumsi BBM.
Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi yang cukup rawan mengalami
krisis pangan.
Sebab, Banten merupakan provinsi yang memiliki banyak lahan yang
dialihfungsikan dan berubah kepemilikan. Hal itu menyebabkan semakin
hilangnya kedaulatan petani di Banten dalam mengelola produksi hasil
panennya. Sementara, Banten merupakan salah satu dari 10 provinsi di
Indonesia yang masuk dalam strata ketiga proporsi penduduk amat rawan
pangan. Demikian dikatakan Ketua Pokja Khusus Dewan Ketahanan Pangan
(DKP) Pusat Entang Sastra Atmaja dalam pertemuan dewan ketahanan pangan
Provinsi Banten 2013 di aula sekretariat daerah (setda) Provinsi Banten,
KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (8/5).
Badan Pusat Statistik akan menggelar
Sensus Pertanian pada 1-31 Mei 2013 untuk mendata seluruh usaha
pertanian untuk menghasilkan gambaran terkini struktur pertanian
Indonesia. BPS telah melakukan Sensus Pertanian sebanyak lima kali:
1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Pada tahun 2013 mendatang, BPS kembali
melaksanakan siklus 10 tahunan kegiatan Sensus Pertanian yang keenam
kalinya dengan mengambil tema "Menyediakan Informasi untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik".
Hasil Sensus Pertanian digunakan untuk
perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan
pertanian di kementerian dan lembaga terkait (Pertanian, Kelautan dan
Perikanan, Kehutanan, dan Bappenas), perguruan tinggi dan lembaga
internasional.
Cakupan data yang dikumpulkan dalam Sensus Pertanian 2013 (ST2013) berdasarkan sejumlah rekomendasi dari FAO.
ST2013 merupakan kegiatan besar sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dalam beberapa tahapan, baik dalam persiapan maupun pelaksanaannya. Persiapan ST2013 sudah dimulai dari tahun 2010 sampai tahun 2012, sedangkan pelaksanaan ST2013 akan dilakukan pada tahun 2013 dan 2014. Rangkain pelaksanaan ST2013 dimulai dengan pencacahan lengkap (listing) pada tahun 2013 kemudian dilanjutkan dengan Survei Pendapatan Rumah Tangga Pertanian (SPP) pada tahun yang sama dan Survei Sub sektor di tahun 2014.

